banner 728x250

Catatan Ramadhan: Banyak Masjid, Banyak Jamaah, Banyak Silaturrahim

banner 120x600
banner 468x60

SETIAP
tahun di setiap bulan Ramadhan, selalu ada kesempatan untuk lebih banyak
kesempatan untuk meningkatkan silaturrahim. Seperti tahun-tahun lalu, pada
Ramadhan 1439 (2018) ini kami para muballigh yang tergabung di dalam PMKK
(Persatuan Muballigh Kabupaten Karimun) mendapat jadwal ‘Santapan Rohani
Ramadhan’ di surau, musolla atau masjid-masjid yang ada di kabupaten ini. Pasti
lebih dari satu rumah ibadah per orangnya selama satu bulan it

Saya
sendiri (sesuai surat PMKK Nomor 16/ PMKK/V/2018 tanggal 10 Mei 2018) mendapat
jadwal hampir setiap malam. Pada malam pertama -Rabu, 16/05/18 malam– kemarin,
misalnya saya diberi tugas di Masjid Baitul Hikmah (Gg Awang Nur), lalu malam
berikutnya di Masjid Al-Ahmad (Kampung Baru, Sungai Raya). Malam keempat
kebetulan jadwal kosong, saya ikut Safari Ramadhan Rombongan Bupati ke Masjid
Al-Iman di Pasir Panjang. Lalau malam tadi (Ahad, 21/05/18) malam Ramadhan
kelima saya memberi tausiah di Masjid Al-Muhajirin, Bukit Tembak. Malam nanti
dan seterusnya sudah menunggu hampir setiap malam akan bersafari dari satu
tempat ke tempat lainnya.
Teman-teman
lain yang pada jadwal tahun ini ada rata-rata 30 orang di setiap kccamatan di
Pulau Karimun (Karimun, Meral/ Meral Barat dan Tebing) tentu juga mendapat
jadwal yang lumayan banyak dari PMKK. Dengan banyak jadwal, maka banyak pula
masjid yang akan dikunjungi dan pasti banyak juga jamaah yang akan ditemui.
Tentu ada juga jadwal khusus yang disusun oleh pengurus surau, musolla atau
masjid di luar yang dibuat oleh PMKK.
Begitulah,
Ramadhan memang memberikan ruang dan peluang untuk bersilaturrahim di masjid
masjid dengan banyak jamaahnya pula. Sungguh berkah yang tak dapat dihargai
dengan uang atau apapun kecuali semata penilaian Allah saja. Jika kita
benar-benar memanfaatkan ini untuk ajang silaturrahim di anatar umat Islam maka
akan terjalinlah hubungan kekeluargaan yang baik di antara sesama muslim di
banyak tempat di daerah ini.
Harapan
lebih penting tentu saja tidak akan muncul peselisihan dan permusuhan di antara
sesama muslim khususnya dan sesama se-Daerah bahkan se-Indonesia pada umumnya.
Di tengah isu perbedaan pendapat di antara sesama muslim (karena mungkin beda
pendapat dalam beragama) atau beda lainnya (seperti partai, asal-usul dan
kampung halaman, dll) maka silaturrahim dalam Ramadhan adalah salah satu solusi
yang dapat diaplikasikan. Semoga. ***
Catatan dari  http://www.koncopelangkin.com/2018/05/catatan-ramadhan-banyak-masjid-banyak.html

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *