MUI Karimun Lanjutkan Safari Dakwah

SETELAH off pada Ahad sebelumnya karena beriringan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Ahad (06/09/2026), ini MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Karimun kembali melanjutkan Safari Dakwah, Subuh Keliling setiap pekan. Kali ini dilaksanakan di Masjid Ashshomad, Tebing, Karimun dengan penceramah Ust. Fitriansyah, S.Pd.I.

Hadir pada Safari Dakwah, ini selain Ketua MUI, Drs. H. Afrizal bersama jajaran kepengurusan juga hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun, Drs. H. Riadul Afkar bersama jajaran kepegawaiannya. Turut hadir juga Kepala Kantor Urusan Agama (Ka-KUA) Kecamatan se-Pulau Karimun serta tentu saja jamaah masjid sendiri.

Meskipun pagi itu lampu (PLN) mati namun kegiatan Safari Dakwah tetap dapat berjalan dengan baik karena masjid yang berlokasi di sekitar Perumahan DPRD dan Wakil Bupati Karimun, itu memiliki mesin genset. Pengurus masjid menghidupkan mesin listrik sendiri untuk lampu (penerang dan pengeras suara).

Ketua MUI Karimun, Drs. H. Afrizal sebelum salat subuh itu sempat berbincang dan menyatakan, rasa syukur karena kegiatan Safari Dakwah MUI Kabupaten Karimun tetap berjalan dengan baik sesuai rencana. Salat subuh diimami oleh Wakil Ketua MUI, H. M. Rasyid Nur setelah diarahkan oleh Ketua MUI. Bakda salat langsung diisi dengan tausiah agama (oleh Fitriansyah) setelah pembawa acara, Mulyadi mempersilakan. Tausiah disampaikan oleh Ustaz Fitriansyah, SPd I, muballigh Kabupaten Karimun dengan tema persatuan dan kebersamaan.

Dalam ceramahnya Ustaz Fitriansyah menguraikan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam kehidpan sehari-hari. Dijelaskannya, pada hakikatnya kita manusia diciptakan Allah dengan jenis laki-laki dan perempuan. Kita jadikan-Nya bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk dapat saling kenal-mengenal, katanya.

“Allah sudah jelas mengingatkan bahwa meskipun kita ada dan terdiri dari berbagai suku dan bangsa, laki dan perempuan artinya berbeda-beda, tapi kemuliaan kita di sisi Allah ditentukan oleh ketakwaan kita, bukan oleh perbedaan itu,” katanya. Oleh karena itu, salain menjag kebersamaan, persatuan, silaturrahim tapi juga perlu meningkatkan ketakwaan.” Demikian antara lain diuraikan Ustaz Fitriansyah dalam ceramahnya. Kurang-lebih 45 menit dia memberikan siraman rohani, pagi itu.

Sebelum bubar untuk kembali ke rumah masing-masing jamaah disuguhi oleh pengurus sarapan pagi. Setelah sarapan jamaah pulang ke rumah masing-masing.***

Exit mobile version