MENERUSKAN program Safari Dakwah MUI Kabupaten Karimun edisi Ahad (27/09/2026), ini Pengurus MUI Kabupaten Karimun melaksanakannya di Masjid Asy-Syakirin, Pangke, Kecamatan Meral Barat. Kegiatan yang lebih familiar dengan sebutan Suling (Subuh Keliling) secara Mingguan dilaksanakan secara bersama dengan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Karimun. Setiap Ahad secara bergiliran dilaksanakan di masjid-masjid yang ada di Pulau Karimun.
Pada kesempatan suling pagi, ini tampak hadir Pengurus MUI Kabupaten dan Kecamatan se-Pulau Karimun serta pegawai Kantor Kemenag. Tampak Kepala Kantor Kemenag, Drs. H. Riadul Afkar hadir bersama para pegawai Kemenag dan Kepala KUA se-Pulau Karimun. Untuk memberikan tausiah pada subuh ini adalah H. Samsul Arif, SHi, salah satu pengurus MUI Kabupaten Karimun.
Dalam ceramahnya Ustaz Samsul Arif yang sehari-hari juga sebagai Ka KUA menjelaskan perihal kriteria dan orang-orang yang akan masuk syurga, kelak di akhirat nanti. Katanya, banyak cara atau ibadah yang dapat menyebabkan seseorang masuk syurga. Belum tentu yang rajin salat masuk surga, yang ahli zakat masuk surga dan ahli-ahli ibadah lain yang akan masuk syurga. Bisa jadi ada amalan kecil atau ringan lainnya yang akan menjadi asbab seseorang masuk syurga.
Dengan menyitir salah satu hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim Samsul Arif bererita tentang kisah seorang wanita pezina (pelacur) dari kalangan Bani Israil yang mendapatkan ampunan penuh dan keridaan dari Allah Swt yang dikatakan akan masuk syurga. Artinya, masuk syurga ternyata tidak hanya karena ibadah yang kasat mata terlihat sehari-hari seperti melaksanakan salat, puasa, zakat dan lainnya. Masuk syurga ternyata juga dapat disebabkan oleh ibadah lain yang Allah redai.
Hal lain yang juga diuraikan Samsul Arif adalah bagaimana kita harus mengelola emosi kita, menjaga mulut dan lisan kita dalam kehidupan sehari-hari.
“Saat marah, segeralah ambil sikap diam untuk menghindari kata-kata yang dapat melukai orang lain dan berujung penyesalan,” ingatnya kepada hadirin. Dengan begitu, kita dapat mengelola emosi kita dengan baik karena mengelola emosi itu adalah salah satu cara kita bertahandalam sikap takwa di sisi Allah. Demikian antara lain inti ceramahnya.***
Kontributor Berita: Moelyadi
