Kemenhaj Karimun Laksanakan Pembinaan Jamaah Pasca Haji

KANTOR Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Karimun melaksanakan kegiatan Pembinaan Jamaah Haji dan Jamaah Pasca Haji Ahad (11/10/2026) pagi. Kegiatan dilaksanakan di Balai Pertemuan Haji, Tebing, Karimun. Kegiatan diikuti juga oleh para alumni haji se-Kabupaten Karimun dan perwakilan calon jemaah haji yang diperkirakan berangkat pada musim haji 1448 H/2027 M nanti.

Hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kepulauan Riau, H. Muhammad Syafii didampingi Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah dan Pelayanan Haji, Yusuf Hadamean. Tampak juga Ketua IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia)  Provinsi Kepulauan Riau, Dr. H. Tengku Arif Fadilah. Pejabat lain ada Ketua IPHI Kabupaten Karimun, Drs. H. Samsudin, Kabag Kesra dan Keagamaan, H. Wahyu Amirullah, Ketua MUI Kabupaten Karimun yang sekaligus sebagai narasumber, H. Afrizal, MMPd.

Acara diawali menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Doa dan dilanjutkan Laporan Panitia Pelaksana yang langsung disampaikan oleh Kepala Kemenhaj Kabupaten Karimun, Mulyadi. Kepala Kemenhaj Kabupaten Karimun. Pak Mul, begitu dia disapa melaporkan beberapa hal berkaitan kegiatan pembinaan jamaah haji dan pasca haji yang diikuti 100 peserta dan saat ini mereka sedang mengikuiti cek kesehatan di setiap kecamatan masing-masing.

Pak Mul juga menjelaskan tentang biaya haji untuk tahun 2027 nanti serta informasi kekinian. “Untuk pastinya, nanti akan disampaikan oleh Bapak Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Kepulauan Riau, H. Muhammad Syafii,” jelas Pak Mul.

Kepala Kanwil Kemenhaj Kepri dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kemenhaj Kabupaten Karimun atas terlaksananya kegiatan ini dengan baik. Kata Pak Syafii, pembinaan pasca haji merupakan bagian penting dalam menjaga nilai-nilai ibadah haji agar terus tercermin dalam kehidupan sehari-hari para haji-hajjah. Selain itu, para haji dan calon haji juga harus tahu tentang tiga sukses yang dikembangkan Kemenhaj.

H. Afrizal (Ketua MUI) Narasumber

Lebih jauh Muhammad Syafii menjelaskan konsep Tri Sukses Haji sebagai arah penguatan penyelenggaraan haji oleh Kemenhaj, Sukses Ritual, Sukses Ekosistem Ekonomi, dan Sukses Peradaban dan Keadaban. Tentang konsep Sukses Ritual dijelaskannya tentang pentingnya pelaksanaan ibadah haji sesuai tuntunan syariat hingga memperoleh predikat haji mabrur. Sedangkan Sukses Ekosistem Ekonomi maksudnya mendorong optimalisasi potensi ekonomi yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji. Terakhir, Sukses Peradaban dan Keadaban menitikberatkan pada pembentukan karakter, akhlak mulia, serta kontribusi positif jemaah bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Pak Kakanwil juga berpesan agar senantiasa menjaga kemabruran haji yang telah diraih hingga akhir hayat. “Kemabruran haji tidak hanya tercermin dari pelaksanaan ibadah selama berada di Tanah Suci, tetapi juga dari perubahan perilaku, peningkatan kualitas ibadah, kepedulian sosial, serta keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat.” Demikian antara lain pesan-pesan orang nomor satu di Kemenhaj Provinsi Kepri itu.

Setelah dibuka secara resmi oleh Kakanwil Kemenhaj kegiatan pembinaan dilanjutka dengan pemaparan materi pembinaan oleh H. Afrizal, MMPd yang sehari-hari adalah Ketua MUI Kabupaten Karimun. Dengan gayanya yang kocak Pak Afrizal memberikan banyak pesan kepada hadirin. Dengan menggunakan slide Ketua MUI itu memberikan materi dengan jelas dan hadirin mengikutinya dengan antusias.

“Hal penting dalam melaksanakan haji adalah persoalan niat. Niat akan menentukan seperti apa haji kita nantinya,” katanya. Dengan pengalamannya yang sampai tiga kali ke Tanah Suci sebagai petugas haji, H. Afrizal banyak bercerita pengalamannya selama menjadi petugas haji di Mekkah atau Madinah. “Saya punya pengalaman, saat menjadi pembimbing haji dan mendapat tugas sebagai pembimbing haji saat safari wukuf,” jelasnya. Pengalaman inilah yang dijelaskannya, saat ada dua jamaah haji yang sikapnya bertentangan dengan apa yang disampaikan saat manasik.

“Itu salah satu bukti niatnya belum tepat,” katanya mengisahkan sikap dua jamaah haji yang dibimbingnya saat safari wukuf tersebut. Oleh karena itu, selain masalah harta yang halal, bekal takwa yang harus disiapkan, hal penting itu adalah masalah niatnya. “Berniatlah dengan benar dan berhajilah semata karena Allah,” tegasnya.***

Exit mobile version