MUI Karimun Turun ke Sekolah Memberikan Pembinaan

banner 120x600
banner 468x60

SELAIN melaksanakan Safari Subuh dengan label Safari Dakwah bersama Kemenag Kabupaten Karimun MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Karimun juga memberikan dakwah dan pembinaan ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Karimun, khususnya SLTA yang ada di Pulau Karimun. Program MUI Masuk Sekolah ini berupa pembinaan Rohis (Rohani Islam) sekolah-sekolah yang ada di pulau ini.

Diawali di SMA Negeri 1 Karimun akan berlanjut ke beberapa SMA dan Madrasah Aliyah (MA) yang ada di sini. Pada Jumat (07/08/2026) lalu MUI Kabupaten Karimun mengirimkan dua orang muballigh, Drs. HM. Rasyid Nur, MM dan Hj. Maimunah, MM. Didampingi Mulyadi (Bendahara Umum) dan H. Endang Sriwahyu (Sekretaris) kegiatan berlangsung pada (jam) pagi hari sebelum pembelajaran di kelas dilaksanakan.

Para siswa dan guru bersama Kepala Sekolah, Irwan Rajab berkumpul di lapangan upacara sekolah. Setelah pembacaan alquran, atraksi nyanyi nasyid dari siswa serta pidato sambutan oleh Kepala Sekolah diteruskan dengan tausiah oleh penceramah dari MUI. Pertama tampil adalah H. M. Rasyid Nur yang dalam struktur kepengurusan sebagai Wakil Ketua Umum. Lalu Hj. Maimunah, yang di struktur adalah Ketua Bidang Penelitian dan Pengkajian.

Pada Jumat (14/08/2026) ini merupakan kali kedua MUI Kabupaten Karimun masuk ke sekolah. Sekolah yang mendapat giliran adalah SMA Negeri 3 Karimun, di Meral. Hadir ke sini Drs. H. Riadul Afkar (Kakankemenag yang juga Pembina MUI), Drs. H. Afrizal (Ketua Umum MUI) dan Mulyadi. Dua orang pertama bertindak sebagai penceramah sementara lainnya sebagai pendamping.

Ketua MUI, Drs. H. Afrizal menjelaskan bahwa setiap penceramah dibantu uang transport. Diambilkan dari anggaran MUI yang merupakan dana hibah dari Pemda Kabupaten Karimun. Seperti juga kegiatan Safari Subuh (setiap hari Ahad subuh) yang menggunakan anggaran MUI untuk penceramah, di kegiatan sekolah juga diberi uang transport. Demikian dijelaskan Ketua MUI.

Sementara materi ceramah Ketua MUI di SMA Negeri 3, itu terkait dengan  perjuangan yang kebetulan bulan Agustus ini adalah peringatan HUT Kemerdekaan RI. Pak Afrizal menyinggung masalah perjuangan. Katanya, “Berjuang melawan kemalasan, melawan kebodohan dan bentuk lainnya buat Indonesia tidak cukup hanya diisi oleh orang-orang pintar tapi juga sangat diperlukan orang-orang yang jujur dan penuh semangat dalam berjuang.”

Bersekolah adalah salah satu bentuk perjuangan yang perlu dilalui oleh generasi muda seperti para siswa. Dengan bersekolah artinya para siswa sudah berjuang. Lebih jauh dikatakannya bahwa Indonesia tidak cukup mengandalkan kekayaan alam saja, tapi diperlukan juga kekayaan akhlak dan etika,” jelasnya. Dalam ceramahnya Ketua MUI juga memberikan pertanyaan yang jika dapat dijawab para siswa, dia memberikan apresiasi (hadiah) kepada siswa yang mampu menjawabnya. Tampak para siswa antusias menuimak dan menjawab pertanyaan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *